Skip to main content

[Book Talk] The Way of Book Polygamist






Oke, ini pengakuan. Sebenarnya saya sedang berada dalam masa reviewing slump. Sebenarnya saya sudah menyelesaikan cukup banyak bacaan bagus yang menurut saya akan menarik jika dibuat reviewnya, tapi kendala waktu dan mood menghalangi saya. Anehnya, belakangan ini saya sedang banyak banget opini tentang buku yang saya tulis di facebook. Jadi saya pikir, kenapa nggak menuliskannya di blog saja? Itung-itung variasi konten. (haha)

Maka, terbentuklah rubrik baru ini. Isinya kurang-lebih akan membahas mengenai opini saya terhadap berbagai macam fenomena (elah) di dunia perbukuan--setiap saya punya opini, tentu. Please expect more of this in the future. XD

Pembahasan perdana saya di Book Talk menyoal pembaca poligami, terinspirasi dari video Book Riot yang ini:


Saya sendiri juga termasuk pembaca poligami, alias orang yang dalam satu waktu bisa membaca banyak buku sekaligus. Total, saya bisa membaca 4 buku dalam satu waktu. Kenapa baca banyak buku? Karena saya cepat bosan dan span atensi saya nggak begitu bagus. lol. Juga karena saya sering merasa stres dengan banyaknya buku-buku baru yang terbit dan kelihatan sangat menjanjikan isinya. Tentu saja, solusi dari masalah stres itu adalah dengan membaca banyak buku sekaligus. XD


Melihat hobi saya ini, jadi ada banyak teman yang bertanya kenapa saya bisa baca banyak buku "berat" (karena kecenderungan saya baca buku nonfiksi dan sastra yang menurut banyak orang "berat") dengan cepat. Tentu saja karena saya baca 4 buku sekali duduk, duh! Walau selesainya juga jadi lama, setidaknya makin banyak buku yang saya tahu isinya (walau cuma setengahnya) saat saya membaca empat buku sekaligus.

Bagaimana cara mengatur membaca buku-buku ini?

Saya punya treatment berbeda-beda terhadap buku-buku yang saya baca, kapan harus membaca buku jenis apa, dan sebagainya. Ini cara saya membagi waktu membaca empat buku sekaligus. Nggak terlalu berbeda dengan video di atas, tapi jenis bacaannya mungkin berbeda.

1. Buku utama

Buku kategori pertama adalah buku yang menjadi prioritas utama saya. Prioritas utama ini bisa karena berbagai faktor: karena memang bukunya engaging buat saya atau karena saya butuh baca bukunya cepat untuk bahan referensi. Buku jenis ini biasanya tersedia dalam format ebook dan saya akan copy datanya ke semua device yang saya punya--saat ini saya cuma punya laptop dan ponsel, tapi dulu saya juga copy buku ke tablet. Buku utama ini yang akan saya buka ketika senggang menunggu sesuatu, pulang dari berkegiatan, saat santai, dll. Pokoknya yang pertama dibuka pasti buku ini. Makanya buku kategori ini relatif lebih cepat selesai dibanding buku yang lain.

Genre yang biasa saya baca untuk kategori ini: sastra kontemporer atau book award winner.

2. Buku paperback untuk teman perjalanan

Saya punya kebiasaan yang cukup aneh. Saya paling efektif membaca buku paperback/hardcopy justru saat sedang di perjalanan naik kendaraan. Saat di rumah, saya pasti lambaaat banget progress-nya kalau disuruh baca paperback. Karena itu, saya paling suka naik kendaraan umum untuk pergi ke mana pun daripada bawa kendaraan sendiri. I could read more! Juga, saya lebih cepat progress-nya saat membaca nonfiksi di perjalanan daripada fiksi. Jadi saya pasti cenderung bawa buku nonfiksi untuk teman perjalanan. Audiobook juga bisa menjadi pilihan yang tepat untuk teman perjalanan, walau saya jarang mendengarkan audiobook karena auditory attention saya memble banget. :'D

Genre yang asyik untuk jadi teman perjalanan: nonfiksi populer (memoar, biografi) atau social studies. Baca materi ujian di kendaraan juga surprisingly helpful. lol.

3. Buku pengalih perhatian

Ini buku yang saya baca saat saya sedang jenuh dengan buku utama. Biasanya ini juga dalam format ebook--walau kadang paperback juga--dan disimpan hanya di laptop, tidak di ponsel juga, untuk menghemat kapasitas ponsel sekaligus supaya tidak mendistraksi saya berlebihan dari buku utama. Buku jenis ini juga jadi buku teman istirahat sejenak setelah menulis cukup lama, karena itu buku pengalih perhatian ini seringnya jenis buku-buku yang mudah dicerna dengan tema dan penulisan yang simpel--dan kalau bisa yang tipis juga biar cepat selesai.

Genre yang biasa menjadi pengalih perhatian: YA, fantasy atau (M/M) romance.

4. Buku sebelum tidur

Seringkali saya punya mood berbeda untuk bacaan sebelum tidur. Kalau buku utama tidak sebegitunya engaging, saya nggak akan membaca buku itu sebelum tidur. Karena itu, biasanya di samping bantal saya (saya nggak punya nakas hiks) ada beberapa tumpukan buku. Banyak orang mengira kalau sebelum tidur enaknya baca yang ringan-ringan. Mungkin memang benar begitu, tapi saya justru kebalikannya. Buku sebelum tidur biasanya adalah buku dengan konten paling "berat" yang akan bikin saya bosan kalau dibaca di waktu bangun. Selain itu, sebelum tidur adalah waktu di saat atensi saya paling alert, karena keadaan sudah santai dan suasana sudah sepi--sudah pada tidur--jadi lebih bisa berkonsentrasi membaca kalimat-kalimat sulit. Juga, buku dengan narasi sulit dan membosankan biasanya tukang nina bobo yang baik dan dijamin nggak akan membuat saya begadang karena penasaran dengan isinya. XD

Genre yang biasa menjadi teman sebelum tidur: sastra klasik atau nonfiksi filsafat.

Itu dia cara saya membagi waktu untuk bacaan-bacaan saya! Siapa yang juga pembaca poligami di sini? Bagaimana cara kalian membagi bacaan kalian dan jenis-jenisnya? Share it to the world! #elah

Comments

Popular posts from this blog

August Rainbow Giveaway Hop - Red

Halooo~ ada giveaway lagi niiih~ kali ini giveaway-nya dalam rangka ulang tahun blog saya yang pertama. Yaay! Nggak terasa udah setahun umur blog ini. Sebenarnya ultah blog ini sudah dari tanggal 8 Agustus kemarin, tapi lalu saya lupa (ups) dan kebetulan ada rencana bloghop dengan teman-teman yang ultahnya di bulan Agustus juga. Kenapa Rainbow? tentu karena saya LGBT-supporter Karena yang blognya ultah di bulan Agustus ini ada tujuh orang. Giveaway-nya pun dilakukan dengan memberikan permainan tebak kover dengan tema warna. Warna yang saya dapat adalah warna kesukaan saya: Merah. Apa sih, hadiahnya?

[Review] The Girl on Paper (With Surprise News!)

Judul: The Girl on Paper Penulis: Guillaume Musso Penerjemah: Yudith Listriandi Penerbit: Spring Tahun cetakan: 2016 Jenis: Paperback Tebal: 447 halaman ISBN: 9786027432246

[Review] The Great Gatsby

Judul : The Great Gatsby Penulis : F. Scott Fitzgerald Penerbit : Serambi Tahun cetakan : 2010 Jenis : paperback ISBN : 9789790241923 Pertama kali saya membaca The Great Gatsby sekitar dua-tiga tahun lalu, membaca ebooknya, dan langsung drop di beberapa halaman awal karena, well , pada waktu itu saya masih tipe pembaca yang akan langsung berhenti membaca begitu beberapa halaman awal tidak bisa memikat saya--dan cerita ini gagal melakukannya. Meskipun begitu, belakangan saya mulai ingin mencoba untuk memberikan 'kesempatan kedua' bagi buku-buku yang saya tinggalkan begitu saja. Saya ingin mencoba membaca lewat buku fisiknya, karena siapa tahu dengan membaca buku fisiknya saya bisa tahan sampai habis. Makanya saya masukkan judul ini sebagai salah satu wishlist saya. Dan ternyata sewaktu ada event Secret Santa, Santa saya memberi saya buku ini! Wuaa lucky !