Skip to main content

[Book Talk] My Brilliant Friend Dramatic Reading di BBC Radio 4

Bagi yang senang update mengenai karya-karya pemenang book award internasional, pasti sadar kalau ada satu buku yang menjadi perbincangan hangat tahun ini dan membuat banyak orang berbondong-bondong membacanya. Buku itu adalah Neapolitan Novels karangan penulis Italia, Elena Ferrante.


Nama Elena Ferrante mulai menjadi perbincangan hangat sejak buku terakhir dari Neapolitan Novels, The Story of the Lost Child, masuk ke dalam daftar nominasi salah satu penghargaan buku internasional bergengsi, The Man Booker International Prize 2016. Ferrante menjadi satu nama asing yang bersaing dengan nama-nama kenamaan seperti Orhan Pamuk. Terlebih lagi, sosok penulis ini diselimuti oleh misteri. Meski telah menelurkan belasan karya, tapi sosok Elena Ferrante tidak pernah muncul di publik atau diketahui nama aslinya. Hal ini yang akhirnya makin membuat banyak orang penasaran dengan karyanya--walau setelah dibaca, karyanya juga luar biasa bagus.

Nah, saking booming dan kerennya seri ini, sampai-sampai ada fans setia yang membuat klub buku Elena Ferrante. Elena Ferrante sendiri tahun ini masuk ke dalam daftar 100 orang berpengaruh versi majalah Time. Dan sekarang, BBC pun mengadaptasi buku pertama seri ini, My Brilliant Friend, ke dalam bentuk dramatic reading.

Dramatic reading itu apa, sih? Dramatic reading kira-kira mirip dengan audiobook, yaitu ketika seseorang membacakan sebuah buku dalam bentuk podcast untuk didengarkan oleh pembaca-alias-pendengar. Bedanya, jika audiobook hanya membutuhkan satu orang untuk menarasikan sepanjang buku, dramatic reading menghadirkan pembacaan dengan satu set pemeran untuk setiap karakter di novel dan tambahan efek suara latar yang membuat pembacaan menjadi lebih seperti drama radio.

Oke, mari sekarang membahas dramatic reading-nya.

Sinopsis



Neapolitan Novels keempatnya berkisah tentang persahabatan Lila dan Elena (atau Lena) di sebuah komunitas miskin Naples, Italia, sejak kecil hingga mereka memasuki usia senja. My Beautiful Friend dibuka dengan Lena yang mendapat kabar dari cucu Lila bahwa sahabatnya itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Terakhir cucunya bertemu Lila, dia pamit untuk pergi berjalan-jalan tanpa membawa apa pun, tapi tidak kunjung kembali. Begitu cucunya ingin mencari sesuatu untuk diserahkan ke polisi, dia menemukan bahwa tidak ada satu pakaian atau barang pribadi pun yang tersisa di rumahnya. Seolah Lila lenyap tanpa bekas.

Dari situ, Lena tiba-tiba teringat pada pembicaraannya dengan Lila berpuluh tahun lalu. Lila pernah menyatakan keinginannya untuk menghilang, bukan dengan bunuh diri atau pergi ke suatu tempat dan mendapatkan identitas baru, tapi benar-benar menghilang. Saat itu, Lena tidak percaya Lila bisa melakukannya dan berjanji akan selalu menemukan sahabatnya itu ke mana pun dia menghilang. Menyadari kini Lila benar-benar menghilang, Lena mengaduk memorinya untuk mencari tanda-tanda ke mana sahabatnya itu pergi.

Cast & Crew

Lena : Monica Dolan
Lila : Anastasia Hille
Lila anak-anak : Grace Wingate
Lila remaja : Chloe Harris
Lena anak-anak : Elisabeth McEvilly
Lena remaja : Daisy Tompkinson
Penulis naskah drama: Timberlake Wertenbaker
Sutradara : Celia de Wollf

Dramatic Reading Review

Dramatic reading My Beautiful Friend bisa didengarkan secara online di website BBC Radio 4. Sejauh ini, baru ada dua episode drama dengan durasi masing-masing satu jam. Sayangnya, saya belum mendapat informasi mengenai kapan waktu update untuk drama ini, tapi kemungkinan dramanya akan update setiap hari Minggu pukul 15:00 waktu UK.

Selama dua episode ini, saya sangat menikmati dramatic reading-nya. Yang paling saya suka dari dramatic reading adalah efek suara latar yang bisa membantu kita lebih mudah memahami situasi setting, jadi tidak hanya seperti sedang mendengarkan orang membacakan buku pada kita seperti dalam audiobook. Selain itu, para pemerannya juga bicara dengan tempo yang cukup pelan dan dramatis hingga saya tidak kesulitan menangkap setiap kalimatnya. Favorit saya adalah pemeran Lila anak-anak, yang suara tegas dan mendominasinya terdengar seperti Hermione Granger di film Harry Potter and the Sorcerer Stone. Tapi saat dewasa, suara Lila seolah lelah, sementara suara Lena yang waktu kecil selalu terdengar ragu malah menjadi lebih tegas, membuat saya penasaran apa yang membentuk perubahan kepribadian ini.

Bagi yang ingin mencari alternatif cara membaca yang bisa sekaligus memperlancar kemampuan listening bahasa Inggris, drama ini boleh banget coba didengarkan. Kalimat-kalimatnya mudah dan diucapkan dengan jelas, tidak seperti drama BBC lain yang saya dengar, hingga bisa cocok untuk pemula. 

Dan bagi yang tertarik mendengarkan, episode 1-nya konon hanya akan bisa didengarkan hingga 16 hari lagi sebelum dihapus. Jadi, ayo buruan didengarkan! Very worth it!

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

August Rainbow Giveaway Hop - Red

Halooo~ ada giveaway lagi niiih~ kali ini giveaway-nya dalam rangka ulang tahun blog saya yang pertama. Yaay! Nggak terasa udah setahun umur blog ini. Sebenarnya ultah blog ini sudah dari tanggal 8 Agustus kemarin, tapi lalu saya lupa (ups) dan kebetulan ada rencana bloghop dengan teman-teman yang ultahnya di bulan Agustus juga. Kenapa Rainbow? tentu karena saya LGBT-supporter Karena yang blognya ultah di bulan Agustus ini ada tujuh orang. Giveaway-nya pun dilakukan dengan memberikan permainan tebak kover dengan tema warna. Warna yang saya dapat adalah warna kesukaan saya: Merah. Apa sih, hadiahnya?

[Review] The Girl on Paper (With Surprise News!)

Judul: The Girl on Paper Penulis: Guillaume Musso Penerjemah: Yudith Listriandi Penerbit: Spring Tahun cetakan: 2016 Jenis: Paperback Tebal: 447 halaman ISBN: 9786027432246

[Review] The Great Gatsby

Judul : The Great Gatsby Penulis : F. Scott Fitzgerald Penerbit : Serambi Tahun cetakan : 2010 Jenis : paperback ISBN : 9789790241923 Pertama kali saya membaca The Great Gatsby sekitar dua-tiga tahun lalu, membaca ebooknya, dan langsung drop di beberapa halaman awal karena, well , pada waktu itu saya masih tipe pembaca yang akan langsung berhenti membaca begitu beberapa halaman awal tidak bisa memikat saya--dan cerita ini gagal melakukannya. Meskipun begitu, belakangan saya mulai ingin mencoba untuk memberikan 'kesempatan kedua' bagi buku-buku yang saya tinggalkan begitu saja. Saya ingin mencoba membaca lewat buku fisiknya, karena siapa tahu dengan membaca buku fisiknya saya bisa tahan sampai habis. Makanya saya masukkan judul ini sebagai salah satu wishlist saya. Dan ternyata sewaktu ada event Secret Santa, Santa saya memberi saya buku ini! Wuaa lucky !