Tuesday, July 11, 2017

[Book Talk] Strategi Baca Buku Update Bin Gaul Tanpa Banyak Biaya

Buku itu mahal banget? Iya! Apalagi saat para penerbit saling berkonspirasi untuk memeras kering dompet kita. Kita butuh makan! Kita butuh ongkos jalan! Tapi kenapa judul-judul itu begitu menggoda iman???


Pengakuan: kebutuhan membaca saya tidak pernah sesuai dengan jumlah kertas di dalam dompet saya. Sejak lama saya mendapatkan buku-buku dengan cara yang tidak terhormat dengan justfikasi bahwa saya berhak mendapatkan ilmu meski dompet hanya cukup untuk makan dan ongkos jalan. 

Dan saya masih berpikir demikian, tentu saja. Karena itulah sekarang saya akan membagikan tips-tips banyak membaca buku dengan pengeluaran seminim mungkin. :)

1. e-Pustaka

Modal: Ponsel pintar versi 4.0 ke atas dengan RAM 1 GB/Iphone/PC Windows dan koneksi internet

Pasti sudah banyak yang tahu tempatnya membaca buku gratis satu ini. Sejak diresmikan tahun 2014, dipelopori oleh iJakarta, sekarang satu-persatu perpustakaan daerah dan nasional menerbitkan versi aplikasi dari koleksi mereka. Aplikasinya bisa dipilih, mulai dari iJakarta, iPusnas, iJogja, dll. Semuanya tidak membatasi domisili. Tinggal pilih dan daftar menggunakan e-mail, sudah bisa baca sepuasnya koleksi-koleksi buku digital yang tersimpan di sana. Gratis! Jadi kalau rumah kalian jauh dari perpustakaan, nggak usah ngongkos jauh-jauh untuk ke perpustakaan lagi!

Saya paling suka dengan iJak, karena selain pelopor e-pustaka, koleksinya juga sampai sekarang masih yang paling banyak dan bagus. iPusnas yang menyusul kemudian lebih banyak punya koleksi di bidang buku referensi, jadi bagi yang butuh buku referensi untuk tugas, bisa ke sana. Untuk e-pustaka yang lain, saya belum sempat mencoba karena sudah kadung setia sama iJak.


Pros:
+ Bukunya gratis dibaca dan keanggotaannya tidak berdasarkan domisili seperti perpustakaan konvensional.
+ Koleksinya lumayan update untuk buku-buku populer
+ Selain perpustakaan juga berfungsi sebagai media sosial para penggunanya, jadi bisa share review dan chat sesama pengguna. Istilahnya, Goodreads yang bukunya bisa dibaca!
+ Punya sistem donasi untuk buku-buku yang belum ada. Jadi kalau buku yang kalian ingin baca belum tersedia copy-nya, tinggal membeli minimal satu copy dan buku tersebut akan masuk ke pustaka kalian plus bisa diakses oleh teman-teman yang lain.
+ Bisa merasakan jadi pemilik perpus digital pribadi tanpa takut buku-buku kesayangan hilang atau rusak!

Cons:
- Waktu peminjamannya tergolong sebentar, hanya 3 hari. Tapi kalau masa peminjaman berakhir, boleh pinjam lagi berkali-kali selama copy-nya tersedia.
- Penerbit yang bergabung masih terbatas ke penerbit besar dan buku yang masuk bukan buku yang fresh from the oven.
- Untuk PC masih agak berat aplikasinya. Untuk android juga, kalau spek-nya di bawah yang disyaratkan akan terasa berat.
- Reader-nya masih bentuk PDF full screen, bukan flow text, jadi kalau layar hape kecil, kalian perlu zoom in-zoom out untuk membaca.


2. Sharing Scoop Premium

Modal: Ponsel pintar, koneksi internet, dan biaya Rp. 18.000 - Rp 89.000/bulan

Ini salah satu trik yang sedang saya lakukan sekarang bersama beberapa teman booklovers, salah satunya Hana dari Hana Book Review. Jadi, Scoop adalah layanan aplikasi digital yang berfokus pada penjualan buku dan media cetak elektronik di Indonesia. Penjualan buku di layanan tersebut dibagi menjadi penjualan per copy dan langganan premium. 


Untuk berlangganan akun premiumnya, Scoop membandrol harga Rp. 89.000/bulan dan pembaca sudah bisa mengakses semua buku yang masuk ke dalam daftar premiumnya. Termasuk murah, karena harga tersebut sekarang setara dengan satu buku sendiri. Bayar seharga satu buku dan bisa membaca lebih banyak dari satu buku? It's a real deal!

Tapiiii kalau mau lebih murah lagi, here's the trick: satu akun Scoop bisa diakses oleh maksimal lima gadget. Jadi, jika kalian mengumpulkan lima orang untuk menggunakan satu akun yang sama, kalian bisa patungan biaya langganannya hanya menjadi sekitar Rp. 18.000/bulan! Bayangkan, 18ribu sudah bisa baca banyak buku-buku terbaru. Biasanya harga segitu cuma akan dapat satu buku diskon yang sudah tidak terlalu hype lagi, kan?

Pros:
+ Akunnya bisa dibuat sharing jadi harga langganan bisa lebih murah.
+ Banyak buku-buku lokal yang baru akan terbit cetaknya tapi sudah bisa dibaca versi ebook-nya.
+ Koleksinya update luar binasa
+ Sistem pembayaran premi langganan bisa melalui transfer bank--super easy!!
+ Library per gadget terpisah, jadi jika kalian sharing account, buku apa saja yang kalian baca tidak bisa dilihat oleh teman lain di gadget yang lain. Jadi walau sharing pun, library kalian sepenuhnya milik kalian.

Cons:
- Buku yang masuk ke premium hanya/baru buku-buku dari kelompok Gramedia. Di luar itu, harus beli per copy.
- Buku yang bergabung dalam Scoop dari Indonesia masih terbatas di kelompok Gramedia dan Tempo.
- Reader-nya juga masih berbentuk PDF fulltext, jadi nggak fleksibel.
- Harus menemukan empat orang yang mau share kalau mau mendapatkan harga serendah-rendahnya.
- Akses premium murah tergantung kesepakatan grup sharing.
- Tidak ada promo buku gratis


3. Bookmate

Modal: ponsel android/iphone/PC, koneksi internet, dan budget/pulsa indosat s/d Rp 99.000/bulan

Meskipun basisnya sama dengan Scoop, Bookmate sepenuhnya mengandalkan premi keanggotaan. Akses buku-buku di Bookmate terbagi menjadi tiga kelas: free membership, standard membership, dan premium membership. Free membership hanya bisa mengakses buku-buku terbatas, biasanya adalah beberapa buku populer dan klasik. Standard membership terakhir saya cek dibandrol dengan harga Rp 79.000/bulan dan dapat mengakses semua buku yang mendapat tag free dan standard. Sementara premium membership yang mendapatkan akses adiguna ke seluruh koleksi dibandrol dengan harga Rp 99.000/bulan.


Karena saya masih menggunakan Scoop dan baru mencoba versi trial-nya, saya belum tahu apakah akun Bookmate bisa dilakukan sharing atau tidak. Namun, sekali menelusuri koleksinya, saya merasa ini juga tidak kalah worth it dengan Scoop. Bayangkan, jika mengambil premium membership, dengan 100rb/bulan kita sudah bisa membaca buku mana pun dalam koleksi Bookmate. Ya, termasuk buku-buku impor yang satu eksemplarnya bisa mencapai 200-400rb itu! Saya jelas super ngiler membayangkan saya bisa update baca buku-buku impor hanya dengan 100rb!

Pros:
+ Koleksi buku impornya luar biasa. Buat yang suka baca buku bahasa inggris pasti bahagia di sini.
+ Reader-nya flow text, bikin bahagia pembaca ebook sedunia. ;;
+ Sistem bayar sekali untuk banyak buku itu menurut saya asyik, jadi nggak perlu beli per copy.
+ Kalau belum punya uang untuk paid membership, masih bisa akses buku-buku yang disediakan secara gratis dan judul-judulnya keren--saya menemukan buku puisi Allen Ginsberg yang susah ditemukan di mana-mana dan buku esai Chimamanda Ngozi Adichie secara GRATIS di sana.
+ Pencinta Mizan dan anak-anak perusahaannya akan cinta sama Bookmate, karena banyak banget buku Mizan group di sini. Satu hal yang nggak dimiliki e-pustaka dan Scoop.

Cons:
- Belum tahu apakah bisa account share atau tidak.
- Koleksi buku lokalnya baru terbatas pada Mizan Group
- Pembayaran untuk paid membership masih terbatas pada kartu kredit atau pemototngan pulsa Indosat Oredoo. Berharap suatu hari bisa ada opsi pembayaran yang lain.


4. Google Playbook

Modal: ponsel pintar/PC windows, koneksi internet, pulsa telkomsel/indosat/XL/Axis/google play voucher

Untuk yang satu ini biasanya saya pakai sebagai pilihan terakhir kalau buku yang saya inginkan tidak disediakan di iJak atau Scoop, karena buku-buku yang disediakan di sini cakupannya sudah #1 lah! Penerbit indie paling susah pun ada bukunya di sini--dan tidak jarang gratis! Tapi tidak seperti tiga aplikasi lainnya, beli buku di sini sistemnya beli per-copy, hanya saja harganya relatif lebih murah daripada beli buku fisiknya.


Pros:
+ Koleksinya nomor satu, mulai dari buku populer, less popular, sampai indie dan self-publish ada di sini.
+ Sama dengan Bookmate, di google play book tak jarang ada buku-buku gratis. Jadi tanpa bayar pun tetap bisa baca.
+ Bisa beli per chapter! Menurut saya ini fitur yang menarik karena kadang saya malas beli buku terus zonk. Dengan beli buku per chapter, saya bisa menilai apakah buku tersebut worth it saya beli penuh. Harga per chapter biasanya dibandrol Rp 5.000.

Cons:
- Karena bayar per copy, jadi nggak terlalu banyak keuntungan dibanding beli buku fisik (cuma mungkin lebih murah 20-30% di luar diskon dan tanpa ongkir aja)
- Bayarnya terbatas hanya via kartu kredit atau pemotongan pulsa Telkomsel. Bisa juga beli voucher google play di Indomaret, tapi nominal yang disediakan masih besar sekali. *ngarep nanti ada voucher 50rb*



Nah, jadi itulah beberapa cara untuk menghemat pengeluaran belanja buku tapi bisa tetap update soal buku-buku! Semoga tips-tips di atas dapat membantu kalian yang mungkin masih suka pusing soal mengatur budget membeli buku!


7 comments:

  1. Aku tertarik dengan Bookmate. Itu bayarnya harus pakai pulsa Indosat begitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sejauh ini setahuku bayarnya baru bisa pakai dua itu, kak, kartu kredit atau pulsa indosat oredoo, karena bookmate masuk Indonesia handler-nya indosat (namanya jadi Cipika Bookmate).

      Delete
    2. Btw, tadi sempet iseng-iseng ngecek pembayaran billing bookmate, ternyata bisa beli voucher premiumnya di Elevenia dan harga premium jadi lebih murah, cuma 47rb-an.

      Delete
  2. assalamualaikum wr,wb
    Ki nawe… saya IBU NISA,tki di malaysia
    mengucapkan banyak2 terima
    kasih kepada ki.Nawe
    atas dana ghaib yang
    kemarin aki berikan alhamdulillah ternyata itu benar2 ada
    dan berkat bantuan
    ki nawe saya bisa
    melunasi semua hutan2
    orang tua saya yang ada di
    BANK BRI dan bukan hanya
    itu AKi NAWE alhamdulillah
    sekarang saya sudah bisa
    bermodal sedikit untuk
    mencukupi kebutuhan
    keluarga saya sehari2. itu
    semua berkat bantuan KI NAWE sekali lagi
    makasih banyak yah KI NAWE…
    yang ingin merubah nasib
    seperti saya hubungi KI NAWE di nomor
    0852-1837-9259 dijamin
    100% ada atau silahkan
    buktikan sendiri PESUGIHAN TAMPA TUMBAL

    ReplyDelete
  3. Kak nanya dong kalau download novel di scoop premium disimpennya di data kita ya? Ngabisin kouta SD card apa gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kalau download novel di premium masuknya ke data bukan di cloud. Saya kurang paham sih kapasitas mana yang dipakai, tapi sejauh ini handphone saya RAM 1 gb SD card yang kapasitas paling kecil sih masih cukup nyimpan dua puluhan judul. Paling saya maintain yang sudah selesai dibaca dihapus, dll.

      Delete
  4. Kak nanya dong kalau download novel di scoop premium disimpennya di data kita ya? Ngabisin kouta SD card apa gimana?

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...