Monday, March 30, 2015

[Review] Coming Out



Judul: Coming Out
Penulis: Hendri Yulius
Penerbit: KPG
Tahun cetakan: 2015
Jenis: Paperback
ISBN: 9789799108258




Let's open our mind

Beberapa minggu lalu, datang paket berisi satu buku dengan latar hitam pekat dan gambar sayap. Di dalamnya, ada tandatangan untuk saya dari penulisnya. Di halaman pertama buku ada kata-kata ini: "Untuk Pembaca Dewasa [yang siap menghargai perbedaan]"

Saya memang sangat menantikan buku ini dan tergila-gila begitu menemukan tandatangan di dalamnya (lol). Pertama karena ditulis oleh salah satu inspirator saya, seorang yang saya kenal dari jauh sepak terjangnya sebagai aktivis pemuda UNFPA dan kemudian mulai terjun ke ranah gender dan seksualitas--isu yang juga menarik perhatian saya sejak tahun kedua kuliah. Kedua, karena buku ini membahas tentang LGBT--juga topik yang kebetulan tengah menjadi bahan skripsi saya.

Hal ini menjadi menarik karena belum setahun yang lalu ada masalah dengan pencabutan buku Why Puberty? dari pasaran karena adanya konten yang mengungkapkan bahwa kita sebaiknya menghargai kaum homoseksualitas. Hal ini menandakan reaksi masyarakat terhadap keberadaan kaum homoseksualitas serta merupakan selangkah kemunduran penerbitan buku-buku berkonten LGBT yang belakangan ini mulai menunjukkan peningkatan. Menerbitkan buku dengan konten LGBT di saat sedang ada setback soal konten tersebut menurut saya langkah yang berani.

Terlebih lagi, tidak banyak buku nonfiksi tentang LGBT yang beredar di pasaran. Masyarakat awam masih lebih sering meraba-raba perkara homoseksualitas dan tidak pernah mendapat informasi yang memadai. Karena itu, buku ini menurut saya penting kehadirannya, bukan sebagai bahan perdebatan perkara seksualitas manusia, tapi sebagai bahan edukasi dan pembanding ilmiah, serta sebagai salah satu patokan dasar untuk menghargai perbedaan.

Let's coming out!

Pembahasan buku ini secara garis besarnya dibagi ke dalam tiga bagian: G[ay]ography yang membahas tentang teori-teori dasar gender dan seksualitas, G[ay]ometry yang menjelaskan mengenai stereotip-stereotip yang dilekatkan pada kaum LGBT--baik dari mereka yang heteroseksual maupun yang homoseksual--serta G[ay]opolitics yang artikelnya berkisar pada pergerakan politik LGBT, juga antara gay dan iman. Artikel-artikelnya sebagian sudah pernah dipublikasikan di beberapa media dan website--antara lain website CONQ dan Daniel Magz.

Dalam buku ini, Hendri tidak lagi ribet perkara teori-teori tentang homoseksual dan pro-kontranya. You believe what you believe. Alih-alih, di sini dia lebih banyak mengupas mengenai sejarah munculnya homoseksualitas, perkembangan LGBT di Indonesia, pandangan masyarakat pada kaum LGBT dalam berbagai bentuk media, tren dan isu LGBT secara global, serta stereotip-stereotip yang dilekatkan pada kaum LGBT. Semuanya dibahas dalam bahasa yang ringan, populer, tapi tetap ilmiah dan berdasarkan fakta lapangan. Banyak diselipkan kisah-kisah nyata dari para gay dan lesbian yang dikenal penulis dalam hidupnya sebagai contoh kasus bahwa ada berbagai macam jenis dan cara mencintai di dunia ini, baik pada pasangan heteroseksual maupun homoseksual.

Uniknya, selain membahas LGBT--atau gay secara khusus--buku ini juga menyelipkan ulasan-ulasan mengenai isu gender secara umum. Dalam buku ini juga dijelaskan tentang arti gender dan tubuh, serta isu-isu feminisme seperti masalah pernikahan, kepemilikan tubuh, serta masalah maskulinitas dan feminimitas dalam budaya yang patriarki dan heteronormatif.

Buku ini kaya wawasan meski hanya seperti brief introduction pada isu-isu gender dan seksualitas. Bagi mereka yang telah mempelajari dan mengikuti perkembangan isu di ranah gender dan seksualitas, tentu semua yang tercantum di buku ini bukan lagi menjadi hal yang baru. Namun bagi mereka yang ingin mengenal lebih jauh mengenai bagaimana kaum LGBT berkembang dan berinteraksi di Indonesia serta memahami isu-isu LGBT secara global, buku ini sangat asyik untuk dibaca dan dijadikan koleksi.

Walau ingat, jika mencari jawaban mengenai pembenaran apakah LGBT itu "menyimpang" atau tidak, mungkin hasilnya tidak akan memuaskan. Buku ini hanya bagi yang ingin mengenal dinamika dalam dunia LGBT tanpa mempersoalkan apakah homoseksualitas itu menyimpang atau tidak. Seperti yang saya tulis di atas, hanya bagi mereka "yang siap menghargai perbedaan."

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...