Saturday, March 21, 2015

[Review] A Darker Shade of Magic


Judul: A Darker Shade of Magic (A Darker Shade of Magic #1)
Penulis: V.E. Schwab
Penerbit: Titan Books
Tahun cetakan: 2015
Jenis: ebook
ISBN: 9781783295418




Empat London

Dikisahkan, dalam dunia paralel yang jauh berbeda satu sama lain, ada empat dunia yang memiliki kota bernama London, dengan sungai besar yang membelah kota tersebut. Hanya para Antari--penjelajah dimensi--yang mampu datang dan pergi dengan mudah ke keempat London ini. Mereka adalah para penyihir yang terlahir memiliki kemampuan sihir besar hingga memungkinkan mereka untuk berpindah dimensi. Namun mereka tidak bisa seenaknya pindah dari satu dimensi ke dimensi yang mereka inginkan, karena keempat dimensi dunia itu saling menumpuk seperti tumpukan kertas dalam buku. Untuk membedakan keempat London itu, para Antari memberi nama warna pada mereka.

Grey London adalah London yang kita kenal, tempat sihir tidak lagi dikenal oleh para manusia dan terlupakan sejak zaman dahulu kala. Red London adalah dunia yang makmur dengan sihir. Manusia dan sihir hidup berdampingan dengan peraturan yang dibuat oleh penguasa mereka. Sihir dipandang sebagai teman yang setara. Sebaliknya, di White London, sihir digunakan sebagai alat. Orang-orang di White London percaya bahwa jika bukan mereka yang menaklukkan sihir, sihirlah yang akan menguasai mereka. Perang dan pertempuran kekuasaan selalu terjadi di sini. Pandangan White London ini disebabkan oleh nasib Black London, tetangga mereka selain Red London, yang awalnya begitu memuja sihir dengan bebas hingga sihir akhirnya menguasai manusia di sana dan menjadikan mereka budak sihir.

Peristiwa di Black London membuat ketiga London yang lain ketakutan dan menutup diri. Keempat London yang awalnya bebas dimasuki oleh Antari mana pun, kini menyegel nyaris seluruh pintu dimensi mereka karena takut sihir jahat yang menguasai Black London akan menguasai mereka juga. Dengan ditutupnya sebagian besar pintu dimensi, keberadaan Antari pun makin lama makin menyusut hingga menyisakan dua Antari: Kell, putra angkat raja di Red London, dan Holland, penasihat kerajaan White London.

Kell dan Holland memiliki tugas untuk menjadi pengantar korespondensi antarpenguasa di antara ketiga London yang tersisa: Raja Gila George di Grey London, Dinasti Maresh dari Red London, dan raja dan ratu kembar yang culas dari White London, Athos dan Astrid Dane. Namun Kell memiliki hobi lain selain sebagai pengantar pesan para Raja, yaitu mengoleksi benda-benda dari dua London yang lain sekaligus menjadi penyelundup barang-barang Red London ke dua London lain. Hal ini ilegal dan memiliki sanksi yang tidak ringan, karena penyelundupan barang berarti juga memberikan sihir dari satu dunia ke dunia lain. Setelah peristiwa Black London, pertukaran sihir dianggap berbahaya dan Red London tidak mengizinkan adanya benda dari London lain untuk menghindari adanya sihir asing yang masuk ke Red London. Kell sadar akan konsekuensi tersebut, namun tidak bisa menghentikan dirinya untuk mengoleksi benda-benda dari London yang lain. Hingga suatu hari hobinya ini justru akan mengantarkannya pada masalah yang mengancam orang-orang yang disayanginya.

Antari

A Darker Shade of Magic ini adalah buku V.E. Schwab kedua yang saya baca setelah Vicious. Saya tergila-gila pada kelihaian V.E. Schwab merangkai Vicious hingga tidak ragu lagi begitu tahu dia menulis seri baru. Apalagi ternyata temanya menarik, tentang sihir dan perjalanan antardimensi. Meskipun tema perjalanan dimensi sudah bukan tema yang bisa dibilang baru, V.E. Schwab mengolahnya dengan orisinalitas yang mengesankan.

Selain bercerita mengenai perjalanan antardimensi, A Darker Shade of Magic juga memuat metafora kekuasaan pemerintahan dari masing-masing London yang menganut sistem pemerintahan yang berbeda. Grey London dilihat mewakili negara-negara dengan sistem pemerintahan monarki, Red London dengan demokrasinya, White London dengan pemerintahan totalitariannya, dan Black London mewakili pemerintahan bebas/liberal. V.E. Schwab dengan cermat menggambarkan perbedaan keempat pemerintahan tersebut, walau masih dengan bias menganggap Red London sebagai negara yang paling ideal dari semua London.

Poin plus paling utama untuk novel ini, bagaimana pun, terdapat di karakter-karakternya. V.E. Schwab mampu dengan apik meramu karakter-karakternya hingga  pembaca bisa bersimpati bahkan pada karakter-karakter sampingan. Kell sebagai tokoh utama justru punya sifat lemah dan naif yang ampun-ampunan, tapi entah bagaimana tidak membuat kesal. Sementara itu sidekick-nya, perempuan pencuri yang bercita-cita ingin menjadi bajak laut, Lila Bard, justru digambarkan punya sifat yang sangat kuat. Namun karena itulah duo Kell dan Lila menjadi pasangan saling melengkapi, Kell dengan kekuatann sihirnya dan Lila dengan kekuatan tekadnya. Karakter sampingan yang saya suka adalah Pangeran Rhy yang menurut penulisnya merupakan campuran dari Prince Harry dan Jack Harkness--yap, pangeran biseksual tukang rayu yang lebih banyak mikir pakai selangkangan daripada otak, tapi sangat baik hati dan tidak sombong (eaa). Dan tentu saja, bromance-nya--atau romance?--dengan Kell yang luar biasa kental. *yay fellow fujoshis let's sail the ship!*

Tidak seperti novel-novel fantasi lain yang biasanya penuh dengan penjelasan detil setting, universe A Darker Shade of Magic tidak dijelaskan secara mendetail namun dikemas secara ringan hingga pembaca bisa lebih terfokus pada perkembangan karakter dan konfliknya. Bagi pembaca yang menyukai cerita-cerita fantasi ringan penuh ketegangan seperti seri Lunar Chronicles atau Temeraire, novel ini akan sangat menyenangkan untuk dibaca.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...