Skip to main content

[Review] 12 Tender Killers - Leo Murder Case


Judul : 12 Tender Killers - Leo Murder Case
Penulis : Takahashi Ryo
Artist : Takahashi Ryo
Tahun cetakan : 2009
Jenis : ebook/online reading

Rating : 2,5/5


Baca komik ini karena tertarik dengan fanfic yang dibuat oleh salah seorang teman di FFN. Kisahnya tentang 12 pembunuh yang bertugas membunuh penjahat-penjahat yang selama ini tidak pernah berhasil diringkus oleh polisi. Karena temanya yang menarik, akhirnya saya memutuskan untuk mencarinya juga. Tadinya saya kira ke-12 pembunuh itu beraksi dalam satu cerita besar. Eh tapi ternyata setiap pembunuh diceritakan dalam seri terpisah. Konon Aquarius Murder Case sudah diterbitkan oleh M&C, dan yang saya temukan di manga site hanya yang ini, Leo Murder Case.

12 Pembunuh

Dalam 12 Tender Killers dikisahkan tentang 12 orang dengan kemampuan membunuh yang dikumpulkan oleh seorang peramal bernama Mikage di sebuah 'ruang merah' tempatnya biasa meramal. Mikage percaya bahwa ke-12 orang ini merupakan 'petunjuk' dari bintang untuk mengembalikan keseimbangan dunia yang telah korup oleh kejahatan yang semakin tak tertangani. Melalui kekuatan meramalnya Mikage akan melacak keberadaan penjahat dan memilih salah satu dari keduabelas penjahat sesuai dengan bintang representasi mereka. Keduabelas pembunuh tersebut dalam kesehariannya memiliki latar belakang pekerjaan yang berbeda, dan setiap kali pertemuan dalam 'ruang merah', mereka akan memakai topeng hingga tak ada satu pun yang mengenali pembunuh lainnya. Setiap pembunuh memiliki tato di tubuh mereka yang akan bereaksi ketika waktunya mereka terpilih untuk menyelesaikan suatu tugas.

Leo Murder Case berfokus pada pembunuh berzodiak Leo, Takashi. Pria tersebut adalah seorang host nomor satu di klub bernama Overload. Takashi mempunyai sifat yang berangasan dan tidak menyukai ketidakadilan. Sebagai pembunuh terpilih yang merepresentasikan zodiak Leo, Takashi harus mampu menyelesaikan tugasnya, meskipun hal itu menyakitinya.

12 Zodiak

Saya suka sekali dengan tema besar kisah ini, tentang 12 pembunuh yang memiliki masa lalu masing-masing yang menjadikan mereka sebagai pembunuh. Sayangnya, dalam seri Leo Murder Case latar belakang mengenai pemilihan Takashi dan lain-lain, serta motif yang membuat Takashi bersedia menjadi pembunuh sangat minim dieksplorasi. Sejak awal pembaca sudah disuguhi dengan serangkaian kasus-kasus di sekitar Takashi yang membuat Leo akhirnya beraksi. Kasus selesai, Takashi kembali menjadi host. Mungkin penjelasan mengenai siapa Mikage dan masalah pemilihan pembunuh sudah dijelaskan di seri yang lain, tapi hemat saya, dengan model seri stand-alone begini ada baiknya di setiap seri diberi sedikit penjelasan ulang doal setting-nya, karena kelemahan kisah macam ini adalah pembaca bisa mulai membaca dari mana saja.

Untuk penentuan kasus-kasusnya sendiri menurut saya terlalu deus ex machina. Ada kasus yang terjadi di dekat Leo, eh ya kok kebetulan ada perkumpulan di ruang merah yang membahas persis kasus yang sama, dan ya so pasti si Leo yang dipilih--walaupun alasannya sok berbau surgawi macam "ini adalah takdir dari bintang". lalu si 'bintang' yang dipilih bakal merasa kepanasan layaknya setan dibacai doa, sangat satiris. Kausnya pun satu bab selesai, hingga kurang bisa didapat kedalaman kasusnya. Pembukaan, konflik, lalu Leo datang membunuh, selesai. Kasus cuma lewat, benar-benar tipikal shojo manga yang cuma mengandalkan bishie tapi keteteran di plot. Dan sesuai judulnya, "tender killers", memang nyaris nggak ada gory-gory things sama sekali. Pembunuhan terjadi off-screen, ekspresi aura membunuh Takashi pun lebih mirip ekspresi orang sakau. lol.

Tapi harus saya akui saya suka dengan twist hubungan antara Takashi dan Toru. Saya selalu penasaran dengan hubungan mereka dan ternyata berakhir seperti itu. Meskipun keputusan yang diambil Takashi sudah jelas dan tipikal shojo, tapi saya tetap menyukai twist-nya. lagipula, Toru ganteng. Not bad.

Pembunuhan Leo

Bukan bacaan yang mampu membuat saya fangirling, tapi juga bukan kisah yang jelek. Premisnya menarik, hanya saja eksekusinya kurang bagus. Tapi konon memang kisah ini berawal dari game, jadi mungkin memang ada beda visi dan target antara game dan manga. Tapi kalau ditanya apakah saya akan membaca seri zodiak yang lain bila ada kesempatan? Jawabannya iya. Saya penasaran dengan pembunuh-pembunuh yang lain, apa motif mereka menjadi pembunuh dan bagaimana mereka membunuh 'sesuai dengan pekerjaan mereka masing-masing'--karena katanya ada yang bekerja jadi make-up artist dan membunuhnya pakai kuas kosmetik. hohohohohoho.

Comments

Popular posts from this blog

August Rainbow Giveaway Hop - Red

Halooo~ ada giveaway lagi niiih~ kali ini giveaway-nya dalam rangka ulang tahun blog saya yang pertama. Yaay! Nggak terasa udah setahun umur blog ini. Sebenarnya ultah blog ini sudah dari tanggal 8 Agustus kemarin, tapi lalu saya lupa (ups) dan kebetulan ada rencana bloghop dengan teman-teman yang ultahnya di bulan Agustus juga. Kenapa Rainbow? tentu karena saya LGBT-supporter Karena yang blognya ultah di bulan Agustus ini ada tujuh orang. Giveaway-nya pun dilakukan dengan memberikan permainan tebak kover dengan tema warna. Warna yang saya dapat adalah warna kesukaan saya: Merah. Apa sih, hadiahnya?

[Review] The Girl on Paper (With Surprise News!)

Judul: The Girl on Paper Penulis: Guillaume Musso Penerjemah: Yudith Listriandi Penerbit: Spring Tahun cetakan: 2016 Jenis: Paperback Tebal: 447 halaman ISBN: 9786027432246

[Review] The Great Gatsby

Judul : The Great Gatsby Penulis : F. Scott Fitzgerald Penerbit : Serambi Tahun cetakan : 2010 Jenis : paperback ISBN : 9789790241923 Pertama kali saya membaca The Great Gatsby sekitar dua-tiga tahun lalu, membaca ebooknya, dan langsung drop di beberapa halaman awal karena, well , pada waktu itu saya masih tipe pembaca yang akan langsung berhenti membaca begitu beberapa halaman awal tidak bisa memikat saya--dan cerita ini gagal melakukannya. Meskipun begitu, belakangan saya mulai ingin mencoba untuk memberikan 'kesempatan kedua' bagi buku-buku yang saya tinggalkan begitu saja. Saya ingin mencoba membaca lewat buku fisiknya, karena siapa tahu dengan membaca buku fisiknya saya bisa tahan sampai habis. Makanya saya masukkan judul ini sebagai salah satu wishlist saya. Dan ternyata sewaktu ada event Secret Santa, Santa saya memberi saya buku ini! Wuaa lucky !