Monday, January 27, 2014

[Review] Cat and The Stinkwater War


Review ini dibuat untuk event Baca dan Posting Bareng BBI 2014 dengan tema bulan Januari: Fabel.



Judul : Cat and The Stinkwater War
Penulis : Kate Saunders
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun cetakan : 2009
Jenis : Paperback
ISBN : 9792245138

Rating : 3,5/5


Beli buku ini sebenarnya iseng demi menggenapi pesanan supaya bisa pas harga transfernya. haha. Saya pikir, sekali-sekali baca buku anak-anak nggak ada salahnya. Eh ternyata begitu ada pengumuman tema posbar 2014, ada tema Fabel! Oke, awalnya saya dengan pede mengira buku ini fabel, karena tokoh-tokohnya penuh dengan kucing yang bisa bicara, tapi ah, let's see...


The Pankh Legend

Pada suatu hari yang nampaknya biasa saja, ayah Cat, seorang dosen arkeologi, mendapat kiriman paket dari profesor atasannya yang konon telah meninggal beberapa tahun lalu. Dalam paket tersebut terdapat berbagai data penelitian sang mendiang profesor mengenai legenda kerajaan kucing kuno yang dipimpin oleh pendeta Pankh, serta sebuah batu yang konon adalah kunci untuk memasuki gerbang kuil Pankh. Karena tidak pernah percaya pada penelitian terakhir profesor tersebut (yang dianggap gila pada akhir masa hidupnya), ayah Cat memberikan batu kunci tersebut kepada Cat untuk disimpan di kotak hartanya.

Alih-alih disimpan, Cat membawa batu itu ke tempat les baletnya. Ketika hendak berganti pakaian balet, batu itu bereaksi dan mengubah Cat menjadi, well, cat. Akhirnya dengan tubuh yang berubah menjadi kucing, Cat berusaha kembali ke rumahnya untuk meminta bantuan pada Eric, kucing peliharaannya, yang ternyata adalah jenderal senior dari klan Cockleduster bernama asli Nigmo Biffy. Dari Biffy, Cat mengetahui tentang adanya perang antara klan Cockleduster dan klan Stinkwater untuk memperebutkan Sarden Suci. Dan sebagai Cat si Gadis-Kucing, Cat mau tidak mau harus ikut terlibat dalam politik dua klan dalam memperebutkan benda yang diakui mampu membuat salah satu klan berkuasa atas lainnya.

The Clans

Pecinta kucing saya rasa harus membaca buku ini. Serius. Mungkin karena penulisnya juga pemelihara kucing, jadi membaca cerita ini benar-benar seperti membaca kucing berinteraksi dalam cara alaminya, tapi entah bagaimana ditambah dengan beberapa kemampuan manusia. Begitu selesai membaca buku ini saya bahkan sampai jongkok di depan kucing saya dan menanyakan nama aslinya--yang tentu saja tidak dijawab oleh keduanya kecuali dengan meongan. Hal yang menyebabkan terjadinya peperangan antara klan Cockleduster dan Stinkwater pun sebenarnya masalah umum dengan pesan moral yang umum juga, yaitu tentang permusuhan mencegah kita mengetahui akar masalah yang sebenarnya. Tapi entah kenapa, konflik perseteruan wilayah yang ditambah dengan gaya khas kucing membuat buku ini tetap menarik dibaca.

Endorsement dari The Times mengatakan bahwa novel ini adalah kisah yang lincah dan seru, dan hal itu memang benar. Gaya penulisannya ringan dan cepat, seolah menyamakan dengan kelincahan kucing yang kerap melompat kesana-kemari. Saya selesai membaca buku ini hanya dalam rentang waktu satu-dua jam. Kalimatnya pendek-pendek dan efektif. Kadang beberapa hal terlewat untuk dijelaskan dan membuat bertanya-tanya, tapi karena bukan hal yang penting, jadinya bisa dilewatkan dan dimaafkan dengan mudah.

Menurut saya, poin plus utama dari cerita ini adalah humornya. Semua kucing dalam cerita ini memiliki watak yang tidak sempurna--tidak mutlak baik atau buruk--tapi kelemahan-kelemahan karakter mereka disajikan dalam cara yang tidak membuat sebal, melainkan dalam bentuk humor. Bahkan tokoh antagonis sekalipun, alih-alih merasa sebal dengan mereka, saya lebih sering "aaaawww"-ed melihat cara pendeskripsian karakter mereka. Mungkin ini karena mereka semua adalah kucing--dan saya tidak pernah membenci kucing, bahkan yang paling menyebalkan sekalipun.

The War

Secara keseluruhan, cerita ini menarik untuk diikuti. Saya jarang membaca buku anak, karena seringkali saya menemukan buku anak yang sepertinya "dipaksa" dijejali oleh pesan moral demi embel-embelnya sebagai buku anak yang mendidik. Tapi belakangan saya mulai menemukan buku-buku anak yang ditulis memang untuk anak, dan bukannya sumpek berjejal dengan pesan-pesan moral yang seakan menuntut anak untuk menjadi yang paling benar. Dan Cat and The Stinkwater War adalah salah satunya.

5 comments:

  1. hahaha aku beli buku ini juga murmer di vixxio, jangan2 barengan? XD kayaknya lucu bukunya :)

    ReplyDelete
  2. banyak kok buku anak yg bagus, justru biasanya buku anak (yg bagus) malah fun banget, kita bisa sekadar menikmati ceritanya, bisa juga menggali makna di baliknya :)
    buku ini sudah 2 kali direkomendasikan ke aku, tapi belum sempat nemu

    ReplyDelete
  3. paling sukaaaaa buku anak! tapi buku ini belum punyaaa he...dulu nemu di Dojo kulewatkan karena kirain yah ini bukan buku anak, genre fantasi gitu lebih ke orang gede. ternyata bagus juga ya.

    ReplyDelete
  4. covernya menarik, kucingnya menggelantung di tulisan judulnya ;)

    @lucktygs
    http://luckty.wordpress.com/2014/01/30/review-the-frog-princess/

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...