Thursday, August 29, 2013

Wishful Wednesday [3]

Cepet, ya, tiba-tiba udah Rabu lagi, dan saya baru bisa bikin postingan WW sehari setelahnya. (masih diterima, nggak, ya?) Saya merasa dilibas tanpa ampun sama waktu. (halah) Tadinya saya kepingin ikut Buying Monday, berhubung bulan ini saya kalap dan ingin sedikit introspeksi, tapi sialnya buku pesenan saya bulan ini belum ada yang sampe. ihiks. *menatap nanar Pak Pos*

Ah, berhubung ini penghujung Agustus, dan ultah saya ada di awal September, saya mau tebar-tebar #kode ah di wishful wednesday kali ini. Hohohoho. Siapa tau ada yang meng-encrypt kode saya dengan baik dan tepat--atau sekedar bantu-bantu bikin mupeng yang baca. *uhuk* *diinjek peserta WW rame-rame*

Jadi, karena beberapa hari lagi saya mau ultah ke-23, maka buku yang saya masukin list kali ini ada 23 buku! Mwahahahahahaha! Rekorkah saya?

Here's my #kode wishes!


1. Adu Jotos Lone Ranger dan Tonto di Surga by Sherman Alexie

Setelah baca dan amazed sama The Motorcycle Diaries, tiba-tiba saya jadi kepengin baca segala sesuatu yang berbau Indian (gara-gara beberapa bab entri Che Guevara yang menyebutkan tentang orang-orang Indian di reservasi). Bersamaan dengan itu, Penerbit Banana dan salah satu teman saya, Dewi Kharisma Michellia (nama harus lengkap, karena yang namanya Dewi banyak) "merayu" saya untuk baca-baca spoiler yang dikeluarkan Banana tentang salah satu cerpen dalam kumcer ini. Terus dengan sialnya saya mupeng, tapi diskon Banana baru ada lagi tahun depan. orz

2. The Absolutely True Diary of a Part-Time Indian by Sherman Alexie

Kebetulan sial kedua datang datang seperti jelangkungan berbentuk blog dan Goodreads rekomendasinya Mide. Mana saya masih ada di dunia khayal Che, tetiba saya ingat kalau Mide pernah rekomen buku ini, dan ternyata Sherman Alexei juga! Karena saya sudah pernah baca (satu) cerpennya dan suka, otomatis saya juga semakin mupeng akan buku ini. God bless me.

3. Titik Nol by Agustinus Wibowo

Masih gara-gara Che Guevara, akibat buku diari perjalanannya saya jadi pengin baca buku-buku bertema travelling. Tapi saya nggak mau buku travelling pretensius-menye yang isinya hanya tentang destinasi-destinasi glamor atau eksotis di seluruh dunia. Saya ingin baca buku travelling yang menginspirasi seperti The Motorcycle Diaries. Dan karenanya, saya langsung teringat kalau saya belum-belum jadi beli buku ini, padahal sudah lama kepengen. .___.

4. The Geography of Bliss by Eric Weiner

Satu lagi buku tentang travelling. Kali ini yang membuat saya tertarik adalah karena subjudulnya, "Kisah Seorang Penggerutu yang Berkeliling Dunia Mencari Negara Paling Membahagiakan". Saya juga seorang skeptis akut yang gemar menggerutu, jadi siapa tahu saya bakal mendapatkan sesuatu dari buku ini. seperti misalnya, bagaimana caranya mengurangi hobi menggerutu.

5. Daughter of Fortune - Putri Keberuntungan (Tripartite #1) by Isabel Allende

Jadi, ceritanya waktu ada diskon besar Gramedia kemarin saya kalap begitu berhasil mendapatkan buku kedua dan ketiga dari trilogi termashyurnya Isabel Allende - Potret Warna Sepia dan Rumah Arwah. Nah, berhubung kurang buku pertama, saya iseng lah browse di toko online. Ternyata ada di BukaBuku! Saya impulsif pesan, eh tapi kemudian setelah menunggu dua mingguan saya diberi kabar kalau buku ini stoknya kosong. hiks. Jadilah buku ini kembali masuk ke daftar wishlist saya. ;___;

Apa boleh buat, harus beli di gramedia online, sepertinya. *sigh*

6. Aristotle and Dante Discover The Secrets of The Universe by Benjamin Alire Saenz

I love, love, loooooovvveeeeeee this story! Sesenggukan dan gemes-gemes baca ebooknya--dan sampai sekarang belum sanggup bikin reviewnya--bikin saya sangat kepingin punya buku fisiknya. Tapi sayangnya yang paperback di Periplus sudah out of stock, dan adanya tinggal hardcover yang harganya dua kali lipat, itu pun low stock pula. ;____; *bertahan baca ulang ebook*

7. Larung by Ayu Utami

Ini juga salah satu buku yang belum-belum jadi beli. Sepertinya saya masih tertahan dengan kesan saya pada Saman yang.... biasa-biasa saja. Tapi konon kata teman-teman Larung ini lebih bisa dinikmati daripada Saman. Hmm...

8. Lalita by Ayu Utami

Lagi-lagi buku yang belum-belum sempat dibeli. Walaupun sangat suka dengan Bilangan Fu, entah kenapa saya tidak terlalu tergesa membaca sekuelnya. Mungkin karena pengaruh buku pertama yang keren, jadinya tidak ingin ekspektasi saya dirusak oleh sekuelnya. haha. anyway, buku ini masih masuk wishlist saya.

9. Olenka by Budi Darma

Olenka ini sudah lama saya cari-cari bukunya dan nggak ketemu. Entah kenapa buku-bukunya Budi Darma sepertinya sulit ditemukan di pasaran. Di perpustakaan kampus pun adanya cuma satu buku tentang telaah karya-karya Budi Darma. Saya ingin membaca karyanya yang konon selalu abstrak dan absurd. Well, I love absurd. Sangat berharap buku ini dicetak ulang.

10. Ronggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari

Saya norak karena belum baca buku ini dan belum nonton filmnya. Sudah lama ingin punya buku ini, tapi ya lagi-lagi selalu lupa kalau sudah ke toko buku. orz
Nemu yang bajakan di toko buku dekat kampus juga belum tergerak untuk membeli. Tapi tetap pengen ada yang beliin.

11. Pergolakan pemikiran Islam by Ahmad Wahib

Salah satu dari tiga buku catatan harian yang kata profesor di kampus saya wajib dibaca. Saya sudah punya ebooknya, sih, tapi kata (lagi-lagi) Dewi Kharisma Michellia barusan LP3ES cetak ulang bukunya. Anak satu itu selalu sukses bikin saya kepingin buku-buku yang susah didapat. orz

12. Untuk Negeriku box set by Muhammad Hatta

Diantara duo proklamator itu, saya lebih nge-fans sama Bung Hatta daripada Bung Karno. Saya sangat suka dengan pembawaannya yang pendiam dan hobi membaca buku. Waktu itu lihat box set dari otobiografi Bung Hatta--terdiri dari Bukittinggi - Rotterdam Lewat Betawi, Berjuang dan Dibuang, dan Menuju Gerbang Kemerdekaan--lalu terpaksa ngempet karena keterbatasan dana. harganya juga lumayan, bok.

13. Ocean at The End of The Lane by Neil Gaiman

Buku barunya Neil. Fucking. Gaiman. I just simply need to have this.

14. What I Tall About When I Talk About Running by Haruki Murakami

Sebenarnya punya ebooknya, tapi buku ini terlalu menginspirasi sampai-sampai saya butuh buku fisiknya supaya bisa dibaca setiap kepengin--karena saya tipe orang yang malas baca ulang via ebook, jadi kalau ada buku yang saya suka, saya lebih ingin baca buku fisiknya. Waktu itu nemu di Books and Beyond UI. Biasanya saya impulsif masalah Haruki Murakami, tapi berhubung waktu lihat buku ini harganya 200 K lebih dan jumlah di tabungan saya bahkan nggak ada 100 K, well...

Anyway, buku ini yang memotivasi saya untuk mengatur jadwal menulis, kuliah, dan olahraga saya--yang terakhir itu entah bagaimana nggak sempat-sempat.

15. Indonesia : Archipelago of Fears by Andre Vltchek

Saya sempat beberapa kali membaca artikel Andre di Counterpunch.org tentang Indonesia--khususnya Jakarta--dan langsung jatuh cinta pada ulasannya yang non-mainstream tentang Indonesia. Alih-alih merekam hedonitas Jakarta, Andre justru lebih memfokuskan jurnalismenya ke perkampungan kumuh Jakarta. Buku ini adalah buku kumpulan artikelnya selama setahun menetap sebagai wartawan di Jakarta. Sayangnya buku ini justru tidak tersedia di Indonesia--padahal tentang Indonesia. Pun tadinya saya sudah berniat untuk beli bukunya via Bookdepository atau OpenTrolley, tapi ternyata harganya 1jt lebih. orz

Andre, why can't you be like The Act of Killing's director who makes his film downloadable and FREE in Indonesia--since it's about Indonesia? #ngarep

16. 'A9ama' Saya Adalah Jurnalisme by Andreas Harsono

Saat masih aktif di pers kampus, ketua organisasi saya mengatakan bahwa buku ini adalah 'kitab'-nya jurnalis dan menyuruh anggotanya untuk membaca buku ini. Saya sudah nemu web-nya si penulis, dan sudah tahu harus pesan ke mana, tapi bodohnya tiap sedang ada uang justru buku ini yang selalu saya lupakan. September.... saya harus beli buku ini!

17. Entrok by Okky Mandasari

Sebenarnya saya cukup ingin mencoba baca buku-bukunya Okky Mandasari. Tapi kemudian tertahan oleh ucapan salah satu teman aktivis yang mengatakan kalau buku-bukunya Okky terlalu pretensius. Hmm... saya belakangan juga suka nyinyir kalau ketemu buku pretensius, tapi menurut beberapa teman novelnya yang ini adalah yang paling bagus. Ingin coba baca....

18. Katarsis by Anastasia Aemilia

Tertarik-tapi-enggak baca buku ini. haha. Pendapat teman-teman saya terlalu dikotomi sama buku ini--yang suka, suka banget, yang nggak suka, ya benci banget. Saya tadinya pengen beli segera, tapi berhubung review teman-teman dikotomis, jadinya saya selalu ketahan tiap mau beli.

19. Jakarta Love Story by Rudy Efendy

Dari penulis The Secret of Two Suns, saya tertarik untuk beli novel LGBT-theme keduanya Mas Rudy karena menurut saya Two Suns termasuk novel M/M Indonesia yang paling lumayan dari semua yang pernah saya baca. Lagipula saya masih dalam rangka survey kepenulisan novel M/M Indonesia untuk penulisan novel saya sendiri. Dan judulnya Jakarta! Aye! Akhirnya sebuah novel M/M yang bersetting di Indonesia kah?

20. Titanium by Sitta Karina

Salah satu #Hanafiah story yang belum pernah saya baca. hiks. Saya penggemar kisah klan Hanafiah ini dan sudah membaca beberapa judulnya, yang belum tinggal Titanium dan Seluas Langit Biru--dan saya kepengin banget baca tentang Austin. Tapi yang paling saya tunggu sebenarnya adalah kisahnya Nara! Give. Me. Nara Hanafiah!

21. Asleep by Banana Yoshimoto

Banana Yoshimoto adalah penulis Jepang favorit saya setelah Haruki Murakami, dan di antara semua bukunya, saya paling ingin membaca Asleep, yang katanya kental dengan unsur realisme magis--dan saya sangat suka realisme magis.

22. Hannibal box set by Thomas Harris

Beberapa waktu lalu Hannibal cukup memenuhi timeline twitter dan facebook saya. Tapi lagi-lagi, karena saya adalah tipe pembaca daripada penonton, saya mencoba baca novelnya. Sialnya, otak lemot saya ini nggak bisa diajak baca ebook novel misteri. Setiap baca ebook misteri pasti saya nggak ngeh apa yang diceritakan. Jadi, saya ingin nabung untuk beli buku fisiknya Hannibal ini.

23. The Millenium Trilogy box set by Stieg Larson

Masih dengan alasan yang sama dengan wishlist #22, saya mau box set ini karena saya nggak tahan baca ebooknya. Saat dipinjami teman buku pertamanya, saya butuh sekitar beberapa bulan untuk menyelesaikannya. Sepertinya saya memang nggak berjodoh dengan novel misteri. *sigh*










Itulah semua wishlist #kode saya! Apa dengan menyebutkan 23 buku ini saya bakal kehabisan wishlist? Wo jelas nggak, dong. Manusia mana sih yang nggak serakah? #plakk

Apa wishful wednesday-mu?

1. Follow blog Books to Share - atau tambahkan di blogroll/bloglink kalian.
2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang ingin segera dibeli, sampai yang hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa kalian menginginkan buku ini, ya!
3. Tinggalkan link kalian di Mr. Linky (ada di postingan WW Mbak Astrid).
4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah share di hari Rabu. =)

3 comments:

  1. that's a lot *menerawang*

    Iya, aku kan belajar ulang sejarah buat tes kemaren, tindakan Hatta emang lebih kalem, dan kalo lihat foto2nya beliau ini....pak, senyum dong.

    ReplyDelete
    Replies
    1. That's really a lot. hehehehe.

      Memaaang. Orangnya diam-diam menghanyutkan gimanaaa gitu. Perpustakaan di rumahnya juga menggiurkan. #eh
      Tapi emang mukanya melankolis, ya. .___.

      Delete
    2. aku belum pernah baca biografi ttg Hatta .___.

      Haha, iya, coba kamu lihat tampangnya dia pas di konferensi meja bundar, sepeeeeeet.

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...