Friday, December 27, 2013

Book Kaleidoscope 2013 Day #2 : Top Five Memorable Quotes


Kembali dengan Book Kaleidoscope hari kedua. Kali ini temanya adalah "Top Five Memorable Quotes". Ini.... termasuk yang susah juga buat saya, karena kalaupun saya punya quote-quote tertentu, kebanyakan asalnya dari buku memoar atau non-fiksi, sementara yang diminta di sini buku fiksi. Kalau untuk fiksi saya seringnya mencari buku yang secara plot dan gaya penceritaan bagus, dan justru tidak banyak mengandung quote-quote (sok) bijak, jadi mohon maaf kalau mungkin pilihan quote saya tidak sebegitunya bagus.


#5 Winter Dreams - Maggie Tiojakin

"Penulis fiksi tidak bisa menyimpan rahasia. Untuk menyampaikan pesan kepada orang lain, seorang penulis harus bisa membuka dirinya--seluas dan sedalam mungkin--untuk dicela, dicemooh, dan dilihat orang."

Ini sebenarnya jadi favorit saya karena saya seorang penulis (amatir). hehe. Memang setelah saya perhatikan, ada banyak hal yang bisa disimpulkan dari karya seseorang. Dengan membaca tulisan seseorang, saya bisa tahu pola pikirnya, prinsipnya, caranya memandang dunia, dan bahkan sampai kepribadiannya. Tentu hal ini tidak bisa dijadikan standar penilaian mutlak atas orang tersebut, tapi tetap saja... berarti.


#4 9 Dari Nadira - Leila S. Chudori

"Kami menemui Ibu yang membiru. Wajah yang membiru, bibir yang biru keunguan yang mengeluarkan busa putih. Di atas lantai yang licin itu, aku tak yakin apakah Ibu terlihat lega karena bisa mengatupkan matanya, atau karena dia kedinginan. Kami menemukan sebuah sosok yang telentang bukan karena sakit atau terjatuh, tetapi karena dia memutuskan: hari ini, aku bisa mati."

Jadi quote favorit karena sampai sekarang saya masih sering kagum pada orang yang bisa menentukan kematiannya sendiri, dan dengan demikian tidak takut pada kematian. Saya menyukai novel ini juga karena premis yang dibangun Leila S. Chudori dengan awal kematian sang Ibu menarik minat saya. Tidak banyak orang yang berani memutuskan kematiannya sendiri--entah itu dengan membiarkan waktu mengambilnya atau dengan menentukan waktunya sendiri, dan walaupun perilaku bunuh diri sampai sekarang masih sering dikecam sebagai tindakan pengecut, bagi saya untuk melakukan bunuh diri memerlukan sebuah keberanian yang jarang orang memilikinya.

#3 Sampar - Albert Camus

"Beda yang jelas antara manusia dan anjing hanyalah bahwa kematian manusia dicatat rapi dan bisa diteliti di kemudian hari."

Quote ini mengingatkan saya pada quote "Kematian satu orang adalah musibah, sementara kematian banyak orang adalah statistik." Saya lupa siapa yang mengucapkannya. Putin? Lenin? Napoleon? Kematian di masa damai adalah musibah personal bagi keluarga dan kerabat mereka yang meninggal, penuh kedukaan dan berusaha untuk dikenang sebisa mungkin. Tapi ada kalanya ketika kematian manusia akan sama saja seperti kucing atau tikus got, tercecer tanpa penghormatan di sana-sini. Hal ini mengingatkan saya pada kenyataan bahwa hanya dengan hidup saja, kita adalah makhluk yang sama derajatnya dengan tikus got--lalu apa yang membuat diri kita berpikir kita bisa lebih sombong kepada yang lainnya?


#2 After Dark - Haruki Murakami

"What I want to say is probably something like this: any single human being, no matter what kind of person he or she may be, is all caught up in the tentacles of this animal like a giant octopus, and is getting sucked into the darkness. You can put any kind of spin on it you like, but you end up with the same unbearable spectacle." 

Dulu saya sering merasa seolah-olah saya adalah manusia paling sengsara di dunia ini, harus bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga sejak 14 tahun, harus berusaha tetap sekolah dan membayar hutang-hutang yang bukan milik saya, harus membiarkan orang-orang mengejek saya, dan lain-lain. Pengalaman-pengalaman seperti itu membuat saya mengecilkan arti penderitaan orang lain, dan sering mencibir mereka yang sudah merengek hanya karena masalah ringan seperti putus cinta, misalnya. Dulu saya tidak mengerti bahwa penderitaan tetaplah penderitaan, bahwa semua manusia yang hidup di dunia ini masing-masing menghadapi penderitaannya masing-masing, bahwa tidak ada satu penderitaan yang bisa dibandingkan dengan penderitaan lain. Semua manusia menderita, bahkan manusia yang menurut kita paling tidak terjangkau dari penderitaan. Bukankah menurut Buddha memang kehidupan di dunia ini adalah penderitaan?


#1 Aristotle and Dante Discover The Secrets of The Universe - Benjamin Alire Sairez

"The problem with my life was that it was someone else's idea."

Dan quote yang paling saya favoritkan untuk tahun ini datang dari buku terfavorit saya tahun ini. Novel Ari and Dante sebenarnya satu-satunya novel penuh quote yang saya baca tahun ini--Sampar tidak dihitung karena quote Sampar, well, isinya filsafat. Hal yang membuat saya tertarik membaca buku ini adalah karena ada kalimat itu di pembukaannya. Sebagai seorang mahasiswa yang masih tinggal dengan orangtua, saya merasa bahwa kemandirian saya dalam menentukan kehidupan saya sendiri masihlah hanya sebatas dalam ruang pikiran. Dalam pemikiran mungkin saya bisa semandiri serigala, tapi begitu pemikiran itu keluar dari ranah filosofis ke arah pragmatis, maka kemandirian saya terasa masih begitu dikekang--oleh keluarga, oleh masyarakat, oleh kampus, oleh realita. Pun sepertinya bahkan hingga saya sampai tua nanti, saya tidak akan bisa sepenuhnya mandiri, karena pragmatis dan realita akan selalu mengikuti ke mana pun saya pergi. Yah, we can't be kids forever. Menurut saya dunia realita yang dihadapi orang dewasa itu menakutkan, dan bahkan sampai di usia pertengahan 20-an macam ini, saya terkadang masih sering bertolak ke ranah pikiran untuk lari dari realita--karena hanya dalam pikiran saya bisa menjadi semandiri yang saya mau.


Kalau pilihan quote-quote saya terkesan sinis dan pesimis, eh, that's me. lol.  Sebenarnya masih ada Catcher in The Rye dan The Bell Jar yang quote-nya lumayan favorit, tapi tidak dimasukkan ke sini karena... bukunya sedang ada di luar jangkauan (a.k.a males ngambil dari lemari). #ditempeleng

4 comments:

  1. quotes nomor 2, mirip sama Nicholas Sparks dari Dear John: “When you're struggling with something, look at all the people around you and realize that every single person you see is struggling with something, and to them, it's just as hard as what you're going through.” Hehehe, aku benernya mau masukin quotes ini, tapi Dear John, bacaan so last year :D

    ReplyDelete
  2. Camus itu bahasanya blak2an yg di luar kebiasaan ya, baru baca The Stranger tapi kayanya Sampar ini setipe juga

    ReplyDelete
  3. suka semua quote kecuali yang soal bunuh diriiiii >_<

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...