Saturday, December 28, 2013

Book Kaleidoscope 2013 Day #3 : Top Five Best Book Covers


Aye, hari ketiga mengenang perjalanan buku selama 2013! Setelah di hari pertama saya membicarakan masalah pacar buku terbaik, lalu di hari kedua membicarakan tentang quotes yang saya sukai, untuk hari ketiga ini temanya adalah:

Top Five Best Book Covers

Dibandingkan dua hari sebelumnya, yang ini nggak terlalu susah. Hehe. Tahun ini saya punya cukup banyak buku-buku yang bagus secara konten dan juga dibarengi oleh kaver yang menawan. Let's begin the list!


#5 Winter Dreams - Maggie Tiojakin


Saya ingat di awal-awal saya melihat buku ini, sekitaran tahun 2011 lalu, hal yang membuat saya ingin membeli buku ini, pertama kali, adalah kavernya yang kuning blurred itu, dengan siluet gedung-gedung dan seekor burung bertengger di atas sebuah bangunan entah apa. Lalu saat melihat subjudul dari novelnya, "Perjalanan Semusim Ilusi", rasanya langsung, aah, memang cocok. Kesan blurred dalam kavernya memang membuat apa yang kita lihat jadi seperti ilusi; seperti saat kita terkantuk-kantuk di batas kesadaran dan ketaksadaran, dengan mata setengah tertutup dan segala pemandangan mulai memudar dari mata kita. Saat itu dunia rasanya jadi hanya seperti ilusi yang bisa hilang kalau kita memejamkan mata.


#4 The Ocean at the End of the Lane - Neil Gaiman


Saya antusias saat mengetahui Ocean at the End of the Lane mau diterjemahkan, dan kemudian ngowoh jelek saat kaver versi terjemahannya keluar. Jujur, saya seringkali lebih nggak suka pada kaver-kaver novel terjemahan dibanding yang aslinya, tapi untuk kasus ini lain soal: kaver terjemahannya lebih buaguuus daripada kaver aslinya! Dan enak dipegang juga! Mungkin ini masalah preferensi, ya, tapi dari dulu saya selalu menyukai desain-desain yang simplistik tapi mengena. Kaver ini, misalnya, entah kenapa dari luarnya saja menunjukkan bahwa cerita ini akan bernuansa gelap dan dingin, seperti saat kita tenggelam di dalam air yang gelap dan tak berujung, dan memang seperti itulah kesan saya saat membaca novelnya. Karena itu saya suka kaver yang ini. Dan ekspresi modelnya itu.... ugh! Apakah yang memotret foto untuk kaver ini adalah Jerry Aurum--I just being one of his fans.


#3 Dengarlah Nyanyian Angin - Haruki Murakami


Masih bertema biru-biru dan air, kaver favorit saya selanjutnya adalah Dengarlah Nyanyian Angin. Sama seperti Neil Gaiman, buku ini juga saya lebih suka kaver terjemahannya daripada kaver aslinya yang semacam orang-orangan tanpa wajah duduk di pinggir pelabuhan itu. Kalau kaver yang ini kesannya damai, ya, dan dari riak ombak yang mengapung-apungkan pelampung itu rasanya kita seolah bisa mendengarkan angin berbisik di telinga kita, "whoooossssh!"


#2 Pulang - Leila S. Chudori


Lagi-lagi kaver simpel tapi menurut saya mengena. Pulang ini juga salah satu novel yang bikin saya penasaran karena kavernya yang kuning menyala itu, lalu tulisannya yang ala-ala mesin ketik, dan gambarnya yang hitam-putih menimbulkan kesan vintage. Kesan vintage-nya menjelaskan mengenai setting dalam buku tersebut, yang membahas mengenai pemberantasan PKI pada Mei 1965, dan gambar kepalan tangannya serta tulisan "La Lutte Continue!"--Perjuangan Beelanjut--menggambarkan keseluruhan nuansa perjuangan yang ada di seluruh buku ini. Cakep.


#1 9 Dari Nadira - Leila S. Chudori


Dan the best cover of the year menurut versi saya adalah novel kumcer ini! Kenapa novel kumcer? Karena buku ini isinya adalah 11 cerita pendek yang saling berkesinambungan. hehe. Saya suka kaver ini karena kayaknya jarang buku fiksi Indonesia memakai penggambaran ala wayang beserta ukiran-ukiran khas Jawa macam ini. Kalau ada novel yang saya akan beli berdasarkan kavernya saja, itu adalah buku ini. Gambar Dewi Kirana-nya cantik, dan sangat Indonesia, sangat lokal. Makanya buku ini mejeng di peringkat pertama kaver buku favorit saya tahun ini.


Mungkin kembali lagi, ini lebih ke masalah selera, ya. Saya memang sukanya desain atau art yang simpel tapi punya jarak pandang yang luas, dengan fokus yang kecil di tengah latar belakang yang membentang. Saya justru nggak suka kaver-kaver yang menampilkan wajah model segede gaban sampai latar belakangnya habis cuma buat muka/badan model. makanya saya nggak suka banget sama model-model kaver novel M/M. Tapi yah, selera orang macam-macam. Siapa tahu ada yang suka model kaver begitu. hehehehe.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...